Info Namun — Sudah tiga hari pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Sumatra Utara, keberadaan Wali Kota Sibolga masih belum dapat dipastikan. Hingga Selasa, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga, keluarga, dan sejumlah jajaran terkait mengaku belum berhasil menghubungi sang kepala daerah.
Komunikasi Terputus Setelah Bencana
Menurut informasi dari beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Sibolga, komunikasi dengan Wali Kota terakhir kali terjadi pada hari pertama terjadinya bencana. Setelah itu, sambungan telepon tidak aktif dan pesan tak kunjung dibalas.
“Sejak hari kejadian, kami belum bisa menghubungi beliau. Nomornya tidak aktif. Kami berharap beliau dalam kondisi baik,” ujar salah satu pejabat eselon di lingkungan Pemkot yang enggan disebutkan namanya.
Upaya Pencarian Diperluas
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, serta Basarnas turut melakukan penelusuran di titik-titik lokasi bencana dan wilayah yang diduga menjadi jalur mobilitas Wali Kota sebelum komunikasi terputus.
“Kami sudah mencoba melacak kemungkinan lokasi beliau, termasuk daerah rawan yang sempat terdampak longsor parah. Namun hingga kini belum ada hasil,” kata Kepala BPBD setempat.
Sementara itu, keluarga juga melakukan upaya pencarian secara mandiri dan meminta masyarakat yang memiliki informasi untuk segera menghubungi pihak terkait.
/2025/11/27/974202724.jpg)
Baca juga: 15 Siswa SMP di Surabaya Positif Narkoba, DPRD Surabaya Gelar Rapat Khusus dengan BNN
Kondisi Kota Sibolga Masih Darurat
Banjir dan longsor yang terjadi pada pekan ini mengakibatkan jalan utama tertutup material tanah, puluhan rumah rusak berat, dan ribuan warga harus mengungsi. Aliran listrik serta jaringan komunikasi di sejumlah titik juga mengalami gangguan, sehingga menyulitkan koordinasi.
Hingga kini, status tanggap darurat masih diberlakukan di Kota Sibolga.
Pemimpin Daerah Lain Turut Memantau
Gubernur Sumatra Utara dikabarkan sudah mengutus tim khusus untuk membantu proses pencarian sekaligus memastikan jalannya pemerintahan di Sibolga tetap berjalan. Pemerintah provinsi juga menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap beroperasi, terutama terkait penanganan korban bencana.
Warga Berdoa untuk Keselamatan
Kabar hilangnya kontak dengan Wali Kota memicu kekhawatiran warga. Doa bersama digelar di beberapa titik pengungsian dan rumah ibadah, berharap sang Wali Kota ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saat ini kami hanya bisa berdoa. Beliau adalah pemimpin kami, kami berharap kabar baik segera datang,” ujar seorang warga di pengungsian.
Penanganan Bencana Tetap Berjalan
Meski kepala daerah belum dapat dihubungi, koordinasi penanganan darurat tetap dilaksanakan oleh Sekretaris Daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). Bantuan logistik mulai disalurkan ke lokasi-lokasi terdampak, dan proses pembersihan material longsor masih berlangsung.
















