Info Namun — Suasana posko pengungsian korban banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, mendadak pecah oleh tawa pada Selasa sore. Komedian nasional Komeng hadir bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan hiburan sekaligus dukungan moral kepada warga yang masih bertahan di tempat pengungsian.
Di tengah kondisi yang penuh keprihatinan akibat banjir besar yang melanda beberapa wilayah, kedatangan Komeng menjadi momen yang sangat dinantikan terutama oleh anak-anak. Kehadiran sosok humoris itu berhasil mencairkan suasana yang sebelumnya dipenuhi rasa cemas dan kelelahan.
Canda dan Motivasi untuk Redakan Trauma
Dalam aksinya, Komeng tidak hanya membawakan candaan khasnya yang spontan dan jenaka, tetapi juga memberi motivasi kepada warga agar tetap kuat menghadapi bencana. Ia mengajak anak-anak bermain dan bernyanyi, sementara para relawan PMI memfasilitasi kegiatan psikososial untuk membantu mengurangi stres dan trauma pascabencana.
“Kita di sini untuk saling menguatkan. Semoga tawa hari ini bisa sedikit meringankan beban,” ujar Komeng di hadapan pengungsi yang menyambut meriah.
Banyak warga tampak terhibur, beberapa bahkan mengaku baru kali ini kembali merasakan suasana ceria setelah rumah mereka terendam banjir.
PMI Perkuat Layanan Psikososial
Bersamaan dengan aksi Komeng, tim PMI juga menggelar layanan Psychosocial Support Program (PSP), seperti konseling kelompok, permainan edukatif untuk anak, hingga pendampingan bagi lansia dan ibu-ibu. Koordinator lapangan PMI menyebutkan bahwa bantuan psikososial sangat penting dalam situasi darurat untuk menjaga kesehatan mental korban.
“Bencana tidak hanya merusak fisik, tapi juga mental warga. Hiburan dan pendampingan seperti ini sangat membantu proses pemulihan,” jelasnya.
PMI juga terus menyalurkan bantuan logistik, mulai dari makanan siap saji, selimut, tenda keluarga, air minum, hingga perlengkapan kebersihan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5436932/original/079873600_1765189459-r.jpg)
Baca juga: RSUD Kota Bogor Kirim Tim Medis hingga Tukang Urut Bantu Korban Bencana di Sumatera
Anak-Anak Paling Antusias Sambut Komeng
Anak-anak di posko pengungsian tampak paling antusias mengikuti berbagai permainan yang dipandu Komeng. Mereka tertawa, menirukan gaya selorohan khasnya, bahkan berlomba untuk berfoto bersama.
Para orang tua mengaku senang dan merasa terbantu karena anak-anak dapat kembali merasakan kebahagiaan meski dalam situasi sulit. Banyak yang mengatakan kegiatan seperti ini sangat penting agar anak tidak terus-menerus terbayang kejadian banjir yang menakutkan.
Komeng: “Kita Tetap Harus Kuat dan Kompak”
Di sela kegiatan, Komeng menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar menghibur, tetapi juga menunjukkan solidaritas kepada korban banjir.
“Kita harus saling bantu. Semoga situasi cepat membaik dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” katanya.
Relawan PMI yang mendampinginya juga mengapresiasi kepedulian Komeng karena membantu meringankan tugas tim dalam melakukan pendampingan psikososial.
Pemulihan Masih Terus Berjalan
Sementara itu, BPBD dan pemerintah daerah masih bekerja di lapangan untuk melakukan pembersihan endapan lumpur, perbaikan akses jalan, dan pendataan kerusakan. Genangan air di beberapa titik disebut mulai surut, namun kebutuhan logistik tetap tinggi karena banyak warga belum dapat kembali ke rumah.
Kegiatan hiburan dan pendampingan psikososial seperti yang dilakukan Komeng dan PMI diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih.
Warga: “Terima Kasih Sudah Buat Kami Tersenyum Lagi”
Di akhir kegiatan, banyak warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Komeng dan relawan PMI. Tawa yang mereka hadirkan dinilai menjadi obat emosional di tengah masa sulit.
“Terima kasih sudah datang, kami jadi bisa tersenyum lagi,” ujar salah satu warga pengungsi sambil menggendong anaknya.








