Namun – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui berbagai program inovatif. Salah satu terobosan terbaru adalah penyelenggaraan Pasar Tiban yang digelar rutin setiap Sabtu malam di beberapa titik strategis kota. Program ini mendapat sambutan hangat dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta warga yang haus hiburan dan kuliner malam.
Wadah Bagi UMKM Lokal
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menegaskan bahwa Pasar Tiban menjadi ruang terbuka bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.
“Pasar Tiban bukan hanya sekadar tempat jual beli, tapi juga arena promosi. UMKM bisa memperkenalkan produk baru sekaligus memperluas jaringan pasar,” jelasnya.
Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kuliner khas Semarang, kerajinan tangan, pakaian, hingga produk kreatif anak muda.
Antusias Warga Semarang
Gelaran perdana Pasar Tiban pada akhir pekan lalu langsung menarik ribuan pengunjung. Suasana malam Semarang terasa lebih hidup dengan deretan tenda UMKM, lampu warna-warni, serta panggung hiburan musik lokal.
Salah satu pengunjung, Ayu (27), mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. “Biasanya kalau malam minggu bingung mau ke mana. Dengan Pasar Tiban, kami bisa kulineran sambil belanja produk UMKM. Harganya juga terjangkau,” ujarnya.

Baca juga: Anggota DPRD Makassar Bakal Numpang di Balai Kota Usai Gedung Terbakar Saat Ricuh Demo
Dorong Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Program Pasar Tiban menjadi salah satu strategi Pemkot untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dengan menempatkan UMKM sebagai motor penggerak, diharapkan daya beli masyarakat meningkat dan perputaran uang di sektor riil semakin besar.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Kalau mereka tumbuh, otomatis kesejahteraan warga ikut meningkat,” tambah Wali Kota.
Berkelanjutan dan Merata di Semua Kecamatan
Pemkot Semarang berencana memperluas lokasi penyelenggaraan Pasar Tiban agar tidak hanya terpusat di kawasan pusat kota. Setiap kecamatan diharapkan bisa memiliki titik penyelenggaraan, sehingga manfaatnya dirasakan merata.
Selain itu, konsep pasar ini akan dikemas dengan nuansa hiburan, seperti pertunjukan seni budaya, lomba kreatif, hingga live music. Dengan begitu, Pasar Tiban diharapkan bukan hanya menjadi ajang transaksi ekonomi, tetapi juga destinasi wisata malam yang khas.
Harapan untuk Semarang Lebih Sejahtera
Melalui program ini, Pemkot Semarang optimis ekonomi kerakyatan dapat bangkit lebih cepat. Masyarakat pun diimbau untuk mendukung dengan membeli produk lokal serta ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Semoga Pasar Tiban bisa menjadi ikon baru kota Semarang, tempat UMKM naik kelas dan masyarakat bisa menikmati suasana malam minggu dengan meriah,” pungkas Wali Kota.
















