Info Namun – Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas seni jalanan di kawasan Malioboro. Menurutnya, pengamen yang tampil di kawasan ikonik tersebut harus memiliki kualitas yang lebih dari sekadar menghibur, melainkan juga mampu memberikan pengalaman budaya yang berkelas bagi wisatawan.
Malioboro Bukan Sekadar Jalan, Tapi Wajah Kota
Malioboro dikenal sebagai jantung pariwisata Kota Yogyakarta. Dengan ribuan pengunjung setiap harinya, baik wisatawan domestik maupun mancanegara, kawasan ini menjadi etalase utama yang mencerminkan wajah Yogyakarta.
“Kita tidak bisa sembarangan membiarkan penampilan di Malioboro. Karena Malioboro bukan hanya milik warga Yogya, tetapi juga sudah menjadi ikon nasional bahkan dunia. Maka yang tampil di sini harus punya standar kualitas di atas rata-rata,” kata Wali Kota.
Seni Jalanan Sebagai Daya Tarik Wisata
Haryadi menilai, seni jalanan atau street performance justru bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, asalkan dikelola dengan baik. Penampilan pengamen, musisi, maupun seniman lain harus menonjolkan kekhasan budaya Yogyakarta dan menampilkan karya yang berkelas.
“Kalau hanya sekadar menyanyi untuk meminta uang, itu tidak cukup. Harus ada nilai seni, kreativitas, dan profesionalisme. Dengan begitu, wisatawan merasa terhibur dan rela memberikan apresiasi,” tambahnya.

Baca juga: Tapera Usul Rumah FLPP di Kota, Gaet Masyarakat Bergaji di Atas Rp 10 Juta
Pemerintah Siapkan Ruang Kreatif
Untuk mendukung peningkatan kualitas, Pemkot Yogyakarta berencana memberikan ruang pembinaan bagi para pengamen. Salah satunya melalui pelatihan musik, vokal, hingga manajemen pertunjukan. Harapannya, para pengamen bisa tampil lebih rapi, teratur, dan sesuai dengan citra Malioboro sebagai kawasan wisata kelas dunia.
“Kami tidak ingin melarang atau membatasi seni jalanan. Justru kami ingin mendukung, tapi dengan standar. Nanti akan ada mekanisme pelatihan maupun seleksi, sehingga yang tampil di Malioboro memang benar-benar terpilih,” jelasnya.
Harapan Wisatawan dan Pelaku Usaha
Sejumlah wisatawan menyambut baik rencana tersebut. Menurut mereka, pengamen dengan kualitas baik akan membuat suasana Malioboro semakin hidup tanpa terasa mengganggu. Hal senada juga disampaikan pelaku usaha di sekitar Malioboro yang berharap keberadaan pengamen bisa selaras dengan upaya menjaga kenyamanan pengunjung.
“Kalau pengamennya bagus, justru bisa jadi hiburan tambahan. Wisatawan senang, suasana lebih ramai, dan tentu saja berdampak positif bagi usaha kami,” ujar seorang pedagang kaki lima.
Menuju Malioboro yang Lebih Berkelas
Wali Kota menegaskan, kebijakan ini bukan untuk membatasi kreativitas seniman jalanan, melainkan mendorong mereka untuk tampil lebih baik. Dengan begitu, Malioboro tidak hanya dikenal sebagai pusat belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai panggung seni jalanan yang unik dan berkelas.
“Kami ingin Malioboro menjadi ruang seni terbuka yang bisa dibanggakan. Bukan sekadar jalan belanja, tapi juga pusat budaya. Mari bersama-sama menjadikan Malioboro sebagai destinasi wisata yang semakin berkelas,” pungkasnya.
















