Namun – Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Sejumlah titik jalan utama, perumahan warga, hingga fasilitas umum dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi. Pemerintah Kota Denpasar bersama instansi terkait langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
Sejumlah Titik Tergenang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar melaporkan bahwa genangan banjir terjadi di wilayah Padangsambian, Pemecutan, dan beberapa titik di Denpasar Selatan. Air setinggi 30–70 cm sempat menghambat aktivitas warga, terutama di jalan raya yang menjadi jalur utama transportasi.
Selain itu, beberapa rumah warga juga dilaporkan tergenang. Meski tidak ada laporan korban jiwa, warga harus mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman.
Respons Cepat Pemerintah
Pemerintah Kota Denpasar menurunkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP untuk menangani kondisi darurat. Pompa penyedot air dikerahkan di titik-titik rawan, sementara petugas kebersihan membersihkan saluran drainase yang tersumbat sampah.
“Kami langsung bergerak sejak malam tadi. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan mempercepat surutnya air,” ujar Kepala BPBD Denpasar.

Baca juga: Istana Wapres dan Masjid Negara IKN Ditargetkan Tuntas Akhir 2025
Posko Darurat dan Bantuan Logistik
Sebagai bagian dari penanganan, Pemkot Denpasar mendirikan beberapa posko darurat di wilayah terdampak banjir. Posko ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara, tetapi juga pusat distribusi bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
Dinas Kesehatan juga mengirimkan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga, terutama anak-anak dan lansia, guna mencegah penyakit pascabanjir seperti diare dan infeksi kulit.
Imbauan untuk Warga
Wali Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Ia juga meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat saluran air.
“Banjir ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Pemerintah akan terus melakukan perbaikan drainase, tapi partisipasi masyarakat juga sangat penting,” tegasnya.
Rencana Jangka Panjang
Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, serta peningkatan kapasitas drainase di kawasan rawan banjir. Proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun anggaran 2025.
“Kami ingin banjir di Denpasar tidak hanya ditangani saat darurat, tapi benar-benar dicegah dengan perencanaan tata kota yang lebih baik,” tambah Kepala Dinas PU Denpasar.
Harapan Warga
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah, meski mereka berharap ke depan banjir tidak lagi terjadi. “Kami berterima kasih sudah cepat ditangani, tapi kami berharap solusi jangka panjang segera diwujudkan. Banjir ini sudah sering terjadi setiap musim hujan,” ujar salah satu warga Denpasar Barat.
















